Rumah-rumah yang gue lewati ketika berangkat ke kantor

Tak lama setelah pamit ke bokap n nyokap, gue buka pintu gerbang melangkah ke luar rumah. Dandanan gue hari itu adalah sepatu, jeans hitam, kaos, tas merah, dan topi… nggak ada bedanya dengan hari-hari biasanya. Gue jalan tegap, tapi santai, sambil dengerin musik dari mp3player gue. Terkadang gue dengerin audiobook, tetapi hari ini gue lagi pengen dengerin musik, sambil menikmati pagi saat gue berangkat. Diantara berbagai moment yang ada dalam satu hari, mungkin bisa dibilang waktu berangkat ke kantor ini adalah moment yang paling gue nikmatin.

Kenikmatan di pagi hari itu sebenernya nggak terlepas dari apa yang bisa muncul di benak gue ketika melangkah. Well, bisa apa aja. Dan pagi ini, gue memerhatikan tiap-tiap rumah yang gue lewati. Yang terlintas dalam benak gue adalah suatu pertanyaan, “Apa yang orang-orang lakuin di dalam rumah ini?”

Rumah A misalnya. Ini adalah rumah temen sebaya gue. Sejak masih bayi sampai gede, gue main sama dia terus. Cuma dia meninggal beberapa tahun yang lalu akibat AIDS. Dia punya 6 kakak. Rumah itu sekarang ditinggali oleh nyokapnya dan kakaknya yang paling muda. Bokapnya udah lama meninggal. Dan saat itu, pikiran gue melayang ke nyokap temen gue itu. Apa yang ada di benak nyokapnya itu kalau lagi sendirian di rumah? Kalau si kakak yang paling muda itu lagi pergi kerja misalnya.

Berikutnya rumah B. Ini adalah rumah yang baru dibangun. Sebelumnya, yang tinggal di situ bisa dibilang saudaraan sama yang rumah A. Sama-sama orang betawi, udah bertahun-tahun ada di sana. Gue nggak tau alasan dia menjual rumah itu. Masalah ekonomi kah? Dan bagaimana keluarga besar itu pada akhirnya memutuskan untuk menjual itu?

Dan untuk keluarga baru yang tinggal di rumah B ini, gimana perasaan mereka setelah membeli rumah baru itu? Mungkin sang istri sedang sumringah menikmati rumah baru itu. Atau mungkin suami istri itu lagi ML kali. Hehehe… tapi kayaknya enggak, si suami paling udah berangkat kerja.

Rumah C adalah rumah saudara dari temen SMA gue. Kalau lebaran, gue selalu ketemu temen SMA gue itu kalau dia berkunjung ke rumah itu. Belakangan, rumah itu dikontrakin ke orang lain. Mereka mengontrak di tempat lain yang lebih murah sehingga selisihnya bisa dipakai untuk menabung. “Buat uang sekolah si kecil kalau sudah besar nanti,” katanya.

Rumah D…. rumah E… rumah F…. masih banyak lagi…. dan biar nggak kepanjangan, kayaknya gue berhenti di sini aja.

Yang paling bikin gue kagum adalah ketika gue membayangkan orang-orang ini bertahan melewati apapun yang terjadi di kehidupannya. Gue belum cerita tentang dosen UI melamar jadi guru di kantor gue (tanpa tahu kalau gue kerja di situ kayaknya), tentang rumah yang anaknya pernah dipenjara dan akhirnya meninggal juga, dan lain sebagainya. Gimana mereka bertahan? Gimana hubungan keluarganya? Gimana perjuangan hidup mereka? Untuk siapa mereka berjuang? Seberapa bahagia mereka dengan hidupnya?

Memikirkan ini ketika gue melintas lalu nggak bikin gue mengambil kesimpulan apa-apa sih…. gue cuma mau bilang, isn’t life beautiful? :)

No comment »

Bisnis dan Mistis

Huah….

Abis berenang lagi di hotel harris, suatu hotel yang terletak di sebelah kantor gue. Abis berenang, gue tiba2 pengen makan RISOL. Terus gue samperin Pak Lupa-siapa-namanya. Well, sebut aja Pak Su (orang jawa, jadi kemungkinan besar nama depannya su. hehehe). Dia adalah penjual nasi-uduk-ayam-goreng di sebelah hotel harris. Nah, Pak su bilang kalo risol nggak ada, tapi kemudian dia merekomendasikan suatu gorengan yang katanya RAME banget. Tiap hari ngantri. Lokasinya ada di deket jembatan merah.

Well, tak ada risol, gorengan pun jadi lah. Gue jalan kaki ke sana. Dan bener juga: RAME. Orang2 yang beli gorengan di sana biasanya nggak cuma mesen 1, 2, atau bahkan 5. Orang yang di sebelah gue aja beli 15 tahu. Belum tau jumlah gorengan lain yang di beli (tempe, bakwan, dsb). Yang gue denger cuma tahu Rp 10.000,-. Harganya Rp 2.000,- per 3 gorengan. Gorengannya gede2. Yaudah, gue beli aja 6. Gue masih harus menunggu tahunya matang dulu. Setiap ada yang matang, langsung dibabat pembeli. Hebat banget ya?

Melihat begitu ramenya tempat ini, wajar aja kalau ekpektasi gue terhadap rasanya ya lumayan tinggi. Tapi pas gue cobain, Read the rest of this entry »

No comment »

Sejarah dan Dialektika

Man… barusan gue nge-post ini di milis ITB. Topik awalnya tentang kemajuan di Eropa, terus gue angkat topik baru tentang Sejarah dan Dialektika. Sekarang, gue pengen nge-share tulisan ini buat umum deh. Gue copy-paste aja ke sini.

=====================================================

Sejarah… dan dialektika.. itu yang membuat suatu bangsa maju.
Eropa punya latar belakang sejarah yang puanjang. Berbagai sistem
pemerintahan udah pernah dicoba. Dari demokrasi di yunani, republik di
roma, monarki, bahkan sampai “teokrasi” (hehehe). Eropa dari dulu
punya sekolah. Tempat berbagai ilmu dipelajari. Dan yang paling
penting adalah…. mereka nggak mencaplok ilmu dari luar begitu aja.
Proses berkembangnya ilmu itu pelan2 dan dikonstruksi sendiri dari
dalam.

Sampai sekarang, kalau kita ingin melakukan dekonstruksi terhadap
sesuatu, kita bisa mulai dari model pertanyaan Socrates. Kalau ingin
belajar tentang teori pemerintahan, bisa dimulai dari Plato. Kalau
ingin belajar tentang logika, bisa dimulai dari Aristotle. Belajar
matematika, bisa mulai dari Pythagoras atau Archimedes. Belajar dasar2
fisika (filsafat alam), bisa mulai dari Galileo dan Newton. Belajar
dasar2 ekonomi (filsafat moral), bisa mulai dari Adam Smith. Belajar
teori seni visual, bisa mulai dari Da Vinci, Michelangelo, Raphael,
dsb. Belajar teori seni audio, bisa mulai dari Bach, Mozart,
Beethoven, dsb.

Kalau mereka lagi ngomongin suatu kasus, kayaknya asik… karena
contohnya udah banyak. Mau bikin sistem demokrasi? bisa lihat ke
yunani. Mau lihat jeleknya monarki? bisa lihat ke revolusi prancis.
Mau belajar intrik2 politik yang terjadi? bisa lihat ke romawi dulu.
Berbagai sistem udah pernah dicoba di eropa. Sistem kontrol penuh dari
pemerintah model Uskup Roma udah pernah. Sistem limited government
akhirnya dicoba di negara peranakannya (amrik). Lahirnya konsep
kapitalisme, sosialisme, komunisme, fasisme, dsb… itu muncul di
eropa semua. Eropa juga udah mengalami yang busuk-busuk seperti
pembantaian Yahudi oleh Hitler…

Dan contoh2 ini nggak selalu bisa dipakai untuk daerah lain karena
kecenderungan untuk nggak sesuai konteks itu lebih besar.

Kalau indonesia gimana?
Bangsa kita tidak mengenal jaman perunggu….
artinya, pas bangsa kita baru mau masuk jaman perunggu, eh, udah masuk
bangsa lain. Hindu kemudian masuk dan berkembang di tanah air…
begitu juga Buddha. Tapi, pas lagi asik2nya membangun peradaban, eh
islam masuk, baik dari cina maupun dari timur tengah. Majapahit
hancur, dan kerjaan di nusantara dirombak lagi, mulai dari awal
menggunakan sistem dari bangsa lain. Pas kerjaan islam lagi berkembang
di berbagai wilayah di nusantara (meskipun tidak dalam satu kesatuan
seperti jaman Majapahit), eh… eropa masuk. Mak… kasihan kali
bangsa ini. Nggak dikasih waktu untuk berkembang dan mengkonstruksi
sistem sendiri.

Itu belum selesai… masuknya eropa itu membawa rakyat Indonesia untuk
berjuang meraih kemerdekaan. Sampai akhirnya Soekarno membawa panji2
merah putih untuk mempersatukan Nusantara. Tapi apa yang terjadi?
Pemberontakan demi pemberontakan terjadi. Tarik-menarik antara blok
barat dan blok timur. Man!!! Indonesiaku hancur lagi… 1965 terjadi
revolusi lagi. Dan Soeharto dengan senang hati membantai lawan2
politiknya. Jutaan warga tanah air dibantai hanya karena dicap
komunis. Sampai akhirnya 1998… kembali kita melakukan revolusi.
Berikutnya, masih ada sekali kita melakukan impeachment untuk Gus Dur. Gile… belum ada presiden yang naiknya beres dan turunnya juga beres sampe sekarang….

So… here we are…

No comment »

The art of happiness

Gue teringat dengan buku yang duluuu banget pernah gue baca sekitar 8 tahun yang lalu. Judulnya “the art of happiness”. Buku tentang Dalai Lama ke 14. Jadi buku itu sebenernya isi dari wawancara seorang pskiater asal amrik dengan Dalai Lama ke 14. Si pskiater itu bertanya macem2 kenapa hidup Dalai Lama bisa terasa asik banget, happy banget. Waktu itu sih, gue nikmatin banget baca buku itu. Ngasih gue energi yang sangat besar lah waktu gue baca itu.

satu hal yang paling menarik adalah waktu si pskiater ngasih satu pertanyaan ke Dalai Lama, “Pernahkah Anda merasa kesepian?” dan si Dalai Lama dengan enteng menjawab, “Nggak”. Well, di buku itu si pskiater nampak begitu terkejut sama jawaban itu. Dia bingung, masa sih nggak pernah kesepian sama sekali? sekali pun. Udah gitu, Dalai Lama kan nggak punya istri. Nggak ada keluarga. Masa nggak sekalipun ngerasain kesepian? Tapi si Dalai Lama ini bilang dengan tegas kalo dia nggak pernah kesepian.

Gue nggak terlalu inget sih dengan lanjutannya. Well…. 8 tahun yang lalu, men. Tapi nggak penting juga lah untuk diinget-inget. Nggak perlu banyak2 ngomongin Dalai Lama juga. Sekarang gue lagi pengen curhat sebenernya. Itulah tujuan gue nulis blog kali ini. Read the rest of this entry »

Comments (1) »

Selamat Datang Calon-calon BuruhTerbaik Bangsa

Kalimat itulah yang ada di spanduk besar penyambutan kedatangan gue sebagai mahasiswa baru di ITB tahun 2001, sesaat sebelum masa orientasi dimulai. Membaca tulisan di spanduk itu membuat gue tersenyum: beginilah kemahasiswaan ITB. Menarik….

Selama bertahun-tahun, ITB menyambut mahasiswanya dengan tulisan, “Selamat datang putra-putri terbaik bangsa” atau kalimat pujian semacam itu. Dan di tahun 2001, kalimat itu juga masih ada. Namun kali itu, kata “putra-putri” digantikan dengan kata “buruh” ketika masa orientasi atau OSKM (sekarang namanya jadi PRO-KM).Kata-kata “buruh” memang seakan terdengar kasar dan kurang-ajar. Mungkin memang itulah tujuan si pembuat spanduk itu. Namun kalau kita telusuri lebih lanjut, kalimat itu muncul sebagai cerminan dari hasil diskusi yang panjang dari mahasiswa ITB pada jaman itu. Salah satu diskusi yang sering diangkat tentunya adalah Read the rest of this entry »

Comments (1) »

Aplikasi Teori Peluang: Tentang Evolusi nih!

Belakangan ini, telah muncul berbagai argumen untuk memberikan bantahan terhadap teori evolusi biologis. Salah satunya berkaitan dengan teori peluang. Argumennya kira-kira seperti ini: “Bagaimana mungkin makhluk hidup dari awalnya hanya bersel satu hingga kemudian bersel banyak dan tersusun begitu sempurnanya sehingga ia bisa survive di alam ini? Dengan begitu kompleksnya susunan makhluk hidup, maka tidak mungkin semuanya terjadi dengan sendirinya. Hal ini dapat disetarakan dengan melempar berbagai logam dari langit kemudian logam-logam tersebut dengan sendirinya membentuk pesawat Boeing 737 ketika sampai di darat.” Tidak ada salahnya memberikan argumen seperti itu. Tapi, sepertinya sang pemberi argumen belum cukup mendalami teori evolusi itu sendiri. Mungkin ia hanya menganggap bahwa evolusi itu bekerja secara totally-random. Benarkah demikian?

Perlu diingat, bahwa proses evolusi dapat dibagi menjadi tiga tahap utama: Perubahan (mutasi dan sejenisnya), Replikasi, dan Seleksi. Dari ketiga proses ini, yang bekerja secararandom hanya bagian perubahan (mutasi). Replikasi bekerja menurut kode genetik. Sedangkan seleksi alam-lah yang menentukan apakah suatu makhluk hidup dapat meneruskan keturunannya atau tidak. Proses seleksi bukanlah suatu proses yang random. Oleh karena itu, dikenal istilah, “Random mutation followed by non-random selection” dalam teori evolusi.

Bagi yang skeptis mungkin mengatakan, “Ah.. Apa pengaruhnya non-random selection itu?” Jawab Saya, “Jelas sangat berpengaruh!” Hal ini telah Saya uji –meskipun secara empiris, bukan bukti matematis- bahwa antara random murni dengan random yang diikuti dengan seleksi non-random. Anda juga dapat ikut mengujinya seperti yang telah Saya lakukan, sebagai berikut:

Read the rest of this entry »

No comment »

Game Theory, Prisoner’s Dilemma, and Trust

Yeah…. It’s 2:54am and I should continue recording…. but I decide to take a break and start doing what I like: writing. And I will try to finish this one fast.

Game theory

Okay… recently, I talk a lot about “game theory” with friends. I first heard about it when I was in high school, so it was about 10 years ago. My brother had a book titled “game theory” but I never seriously read it. It’s his textbook I guessed. Then I learned this “game theory” when I discuss something with friends a few years ago (it was 2004 I guess, when I wrote “system: elements and interaction” on my blog).

The basic concept of a game theory is actually simple. It is a theory that attempts mathematically capture behavior in strategic situation, in which an individual success in making choices depends on the choices of other. To make it simpler, let’s just look at the examples:

This is the matrix that shown the strategic situation between 2 football team. Team A have two choices: 4-5-1 or 4-4-2. Team B also have two choices: 4-3-3 or 4-4-2.

two football teams

On the team A perspective, they should choose 

Read the rest of this entry »

Comments (1) »

Gue udah nggak “the beatles” lagi?

Okay, gue mau cerita tentang kegiatan gue malam ini dulu. Malam ini gue suntuk banget. Nginep di kantor, tapi gue nggak rekaman, malah baca buku “platypus and plato”. Dari awal banget sampe halaman terakhir, meskipun loncat2. Buku itu berhasil menahan gue untuk tetep duduk n baca meskipun udah kebelet banget pengen kencing. Tuh buku kocak sih, keren abis pula. Kira2 dari jam 22 sampe jam 2 gue baca itu nonstop.

Setelah baca buku, baru deh gue ke kamar mandi.

Berikutnya… gue duduk… bengong… kemudian mengambil gitar gue. Gue mulai memainkan melody2 mayor, tanpa bernyanyi. Tiba2 gue memutuskan untuk BER-BEATLES ria seperti dulu….

Waktu di Bandung, tiap kali gue megang gitar, pasti yang gue nyanyiin itu The Beatles. Kasih gue gitar, dan gue akan akrab banget sama gitar itu selama 2-3jam. Dan selama itu, gue biasanya nyanyi:

From me to you, Please please me, Ask me why, Baby it’s you, Do you want to know a secret, PS I love you, Anna, Don’t let me down, I wanna hold your hand, Something, Blackbird, Ticket to ride, Till there was you, If I fell, Read the rest of this entry »

No comment »

International Human Rights Day (Hari HAM Sedunia)

On the 10th of December 1948, The Universal Declaration of Human Rights was first declared by United Nations. Long time before 1948, there was no what so called “human rights”. If you were powerful enough, you could use the power to take someone’s belongings. It was included their assets, their spouse, or even their life. But in 1948, The Nations all over the World had gathered and agreed to declare The Universal Declaration of Human Rights. They all believed that there was thing that basically owned by individual since they were born and it was Human Rights.

 

I have read the declaration myself. I am of the opinion that there are some points which are vague and ambiguous. However, the idea of human right itself has really quaked the world. It creates a new point of view on seeing the world.

 

Moreover, despite of its vagueness, the implication of The Universal Declaration of Human Rights is apparent; everyone has responsibility to ensure themselves not to steal anybody’s rights on everything they do in their life.

 

So… in this occasion, I wish to say, “Happy Human Rights Day! :)

 

Hopefully, we won’t get bored on having the responsibility of ensuring the implementation of human rights all over the world….

No comment »

Goals and Plans

Watching Mario Teguh in Metro TV irritates me a bit. Hehehe… Yeap. I saw this guy talking about “dream” on his show called “The Golden Ways”. It is not because he says something wrong about it. Well, probably there’s nothing wrong with it (at least if he puts it in a right context). But the concept that he talk about is merely just theoretical and less practical. For example, he encourages the audience to have dreams and try to achieve it. But, what then? How to implement it in daily life?

I watch this show with my parents and I said to them, “I am sure that I am a better motivational speaker than Mario Teguh.” Hahahaha…  I also talk about dreams and goals to my students. But, I try to make it as clear as possible and as practical as possible. I usually quote the words of Brian Tracy or Stephen Covey to motivate my students.

Read the rest of this entry »

No comment »

Popsicle Toes

Ngeliat iklan konser Michael Franks di TV gue jadi pengen dengerin lagi lagu2 Michael Franks. Ternyata banyak lagu-lagu yang gue sangat-sangat familiar tapi nggak tau judulnya, diantaranya “The Lady Wants to Know”, “Antonio’s Song”, “Tiger in The Rain”, dan “Popsicle Toes”.

Buat yang nggak tau Michael Franks, ya… kalo nggak salah sih kira2 dia ngetop dari tahun 70-80an lah. Lagu-lagunya smooth-Jazz gitu dengan bossanova di bassline-nya, well kadang2 masuk ke swing juga sih dikit. Yang pasti, lagu-lagunya slow dan easy listening… tapi buat dinyanyiin susahnya minta ampun…

Okay… diantara lagu2 itu, gue mau bahas lagu “Popsicle Toes”. Tadi malem gue dengerin lagu ini dan gue coba cari chord2nya. Gue nggak bisa ngomong apa2 lagi deh setelah gue nemuin chord2nya…

APA SIH MAUNYA LAGU INI???

okay. gue ceritain aja deh. Kalo lo dengerin lagunya, lo akan ngerasa lagu ini gampang banget untuk didengerin dan KAYAKNYA lurus2 aja kalo kuping lo nggak peka. Tapi kalo lo coba nyanyiin tanpa iringan musik, biasanya nadanya lari. Artinya… ini lagu tuh sebenernya MIRING PARAH….

Read the rest of this entry »

Comments (1) »

Dos moi pou sto kai kino taen gaen

Apa artinya hayooo? “Dos moi pou sto kai kino taen gaen” itu bahasa latin yang kira-kira kalo diterjemahin ke bahasa inggris artinya “Give me a place to stand, and I will move the world”. Tau nggak kutipan ini gue ambil dari mana? Ini adalah kutipan dari Archimedes (menurut literatur sih begitu ya).

Okay… emang sih belum tentu bener kalau Archimedes bener2 ngomong gitu. Yah… dia kan hidup ratusan tahun sebelum masehi. Jadi, menguak kepastian tentang dia emang susah banget. Kita lebih banyak tahu tentang Archimedes ya dari tulisan2 orang lain. Contohnya, gimana kita bisa tau kalau dia bener2 bilang “Noli turbare circulos meos” (don’t move my circles) ketika tentara Romawi masuk dan mau membunuh dia?

Terlepas dari bener atau enggaknya cerita-cerita tentang Archimedes, tapi gue yakin Archimedes tetap orang yang hebat. Brilian. Jauh melampaui jamannya. Buat orang-orang yang nggak ngerti latar belakang lahirnya kutipan “Dos moi pou sto kai kino taen gaen“, mungkin akan ngerasa kutipan itu adalah Read the rest of this entry »

Comments (1) »

Ahmadiyah dan SKB Tiga Menteri

Breaking News di Metro TV pada hari Senin, 9 Juni 2008, Pukul 17.00 memberitakan bahwa Pemerintah mengeluarkan keputusan untuk melarang aktivitas Ahmadiyah. Kalimat tersebut sebenarnya masih “kabur”. Apa yang dimaksud dengan “aktivitas Ahmadiyah” dan bentuk pelarangan apa yang diambil? Salah satu aktivitas Ahmadiyah, seperti aktivitas muslim-muslim lainnya, adalah shalat lima waktu. Apakah pemerintah akan melarang shalat lima waktu yang dilakukan jamaah Ahmadiyah? Rasanya terlalu jauh kalau menduga ke arah itu. Tetapi, “kaburnya” pernyataan “melarang aktivitas” memang dengan sendirinya akan menciptakan interpretasi berbeda-beda. Bukan tidak mungkin pemerintah pada akhirnya menutup masjid-masjid Ahmadiyah. Hahaha… sudah seperti orde baru saja.

Okay, mungkin kekhawatiran gue terlalu jauh. Tetapi, melihat kemungkinan terburuk tidak ada salahnya, bukan? Sekarang, mari kita lihat kemungkinan ter-“mending”-nya (sorry, gue nggak mau bilang “terbaik”). Misalkan saja tidak ada tindakan, aksi, atau apapun berbentuk fisik oleh pemerintah terhadap Ahmadiyah. Tidak ada penutupan masjid. Tidak ada penyiar Ahmadiyah yang di tangkap. Tidak ada pembubaran ceramah yang berisikan ajaran-ajaran Ahmadiyah –pada saat shalat jumat, misalnya. Tetapi tetap saja, keputusan pemerintah tentang Ahmadiyah sama saja dengan melegitimasi pengucilan masyarakat terhadap Ahmadiyah. Meskipun pemerintah melarang aksi represif oleh sekelompok masyarakat terhadap kelompok Ahmadiah, pada prakteknya, akan tetap saja ada aksi yang tidak dapat pemerintah kendalikan.

Surat Keputusan Bersama Tiga Menteri
Sekarang, coba kita telaah SKB tiga menteri yang dikeluarkan oleh pemerintah dalam rangka melarang kegiatan Ahmadiyah. SKB ini Read the rest of this entry »

Comments (3) »

Pandangan Soekarno Terhadap Ahmadiyah

Sekitar tahun 1936, Soekarno dituding sebagai anggota Ahmadiyah. Terlebih, sepertinya Soekarno juga dituding telah membuka cabang Ahmadiyah di Sulawesi. Tentunya, tudingan-tudingan tersebut sama sekali tidak berdasar. Namun, justru karena tudingan tersebut, saat ini seakan-akan kita bisa “mendengar” kembali pendapat Soekarno tentang Ahmadiyah. Karena pada tanggal 25 November 1936, untuk menepis tudingan-tudingan tersebut, Soekarno menulis sebuah artikel pendek berjudul “Tidak Pertjaja Bahwa Mirza Gulam Ahmad Adalah Nabi”. Artikel tersebut dimuat dalam bukunya yang berjudul “Di Bawah Bendera Revolusi”, yang pertama kali diterbitkan tahun 1959. Berikut salah satu potongan yang terdapat pada artikel tersebut:

Dan mengenai Ahmadijah, walaupun beberapa fatsal didalam mereka punja visi saja tolak dengan jakin, toch pada umumnya ada mereka punja “features” jang saja setudjui; mereka punja rationalisme, mereka punja kelebaran penglihatan (broadmindness), mereka punja moderinisme, mereka punja hati-hati terhadap kepada hadits, mereka punja streven Qur’an sahadja dulu, mereka punja systematische aannemelijk making van den Islam.Buku-buku seperti “Het Evangelie van den daad” tidak ajal saja menjebut brilliant, berfaedah sekali bagi semua orang islam.

Maka oleh karena itulah, walaupun ada beberapa pasal dari Ahmadijah tidak saja setudjui dan malahan saja tolak, misalnja punja ketjintaan kepada imperialisme Inggeris, toch saja merasa wadjib berterima kasih atas faedah-faedah dan penerangan-penerangan jang telah saja dapatkan dari mereka punja tulisan-tulisan jang rationeel, modern, broadminded dan logis itu.

No comment »

Luca’s Problem: A Matter of Style?

Gue punya kasus klasik nih. Persoalan ini (katanya) udah ada setidaknya sejak buku “summa de arithmetica …” (Luca Pacioli, Venice, 1494) ditulis. Gue sendiri tau kasus ini dari buku “Descartes Dream: The World According To Mathematics” (Philip J. Davis & Reuben Hersh, 1986). Okay, persoalannya, yang gue modifikasi sedikit, seperti ini:

Ada dua orang, sebut aja A dan B, bertaruh menggunakan sebuah koin. Dengan taruhan satu juta rupiah, A bertaruh pada bagian angka sementara B bertaruh pada bagian gambar.Pemenangnya adalah yang pertama kali memenangkan enam tos (6 angka untuk A atau 6 gambar untuk B).Karena ada interupsi dari luar, permainan terpaksa dihentikan ketika A menang 5 tos dan B menang 3 tos.
Pertanyaannya, bagaimana taruhan tersebut harus dibagi?

Read the rest of this entry »

No comment »