Archive for Family

Nenek Gue dan Legenda Kerajaan Mataram

Nenek gue memperlihatkan foto-foto paman gue di istana Hamengkubuwono, Jogjakarta. Namun, di situ nggak ada foto Hamengkubuwono. Diduga, beliau nggak mau ada media yang meng-ekspos budaya sungkem ke raja dan jalan dodo (jongkok). Yah… memang begitu cara rakyat jawa menghadap raja. Sebelum masuk ke panggung singgasana raja, rakyat harus jalan dodo…. dan sampai di depan raja, harus sungkem… masih dalam posisi jongkok, kedua telapak tangan diketemukan, kepala menunduk, ibu jari ditempelkan ke jidat (kalau sungkem ke ratu, ibu jari ditempelkan ke hidung). Mungkin budaya itu akan terlihat sangat feodal di masyarakat modern ini, makanya Hamengkubuwono nggak mau itu di-ekspos. Yah…. emang feodal sih.

Topik pembicaraan perlahan-lahan bergeser…. sampai akhirnya nenek gue mulai bercerita tentang legenda asal-muasal kerajaan Mataram. Kerajaan yang akhirnya pecah menjadi dua kerajaan: Hamengkubuwono di Jogja dan Pakubuwono di Solo. Ceritanya demikian: Read the rest of this entry »

Comments (1) »