Sejarah dan Dialektika

Man… barusan gue nge-post ini di milis ITB. Topik awalnya tentang kemajuan di Eropa, terus gue angkat topik baru tentang Sejarah dan Dialektika. Sekarang, gue pengen nge-share tulisan ini buat umum deh. Gue copy-paste aja ke sini.

=====================================================

Sejarah… dan dialektika.. itu yang membuat suatu bangsa maju.
Eropa punya latar belakang sejarah yang puanjang. Berbagai sistem
pemerintahan udah pernah dicoba. Dari demokrasi di yunani, republik di
roma, monarki, bahkan sampai “teokrasi” (hehehe). Eropa dari dulu
punya sekolah. Tempat berbagai ilmu dipelajari. Dan yang paling
penting adalah…. mereka nggak mencaplok ilmu dari luar begitu aja.
Proses berkembangnya ilmu itu pelan2 dan dikonstruksi sendiri dari
dalam.

Sampai sekarang, kalau kita ingin melakukan dekonstruksi terhadap
sesuatu, kita bisa mulai dari model pertanyaan Socrates. Kalau ingin
belajar tentang teori pemerintahan, bisa dimulai dari Plato. Kalau
ingin belajar tentang logika, bisa dimulai dari Aristotle. Belajar
matematika, bisa mulai dari Pythagoras atau Archimedes. Belajar dasar2
fisika (filsafat alam), bisa mulai dari Galileo dan Newton. Belajar
dasar2 ekonomi (filsafat moral), bisa mulai dari Adam Smith. Belajar
teori seni visual, bisa mulai dari Da Vinci, Michelangelo, Raphael,
dsb. Belajar teori seni audio, bisa mulai dari Bach, Mozart,
Beethoven, dsb.

Kalau mereka lagi ngomongin suatu kasus, kayaknya asik… karena
contohnya udah banyak. Mau bikin sistem demokrasi? bisa lihat ke
yunani. Mau lihat jeleknya monarki? bisa lihat ke revolusi prancis.
Mau belajar intrik2 politik yang terjadi? bisa lihat ke romawi dulu.
Berbagai sistem udah pernah dicoba di eropa. Sistem kontrol penuh dari
pemerintah model Uskup Roma udah pernah. Sistem limited government
akhirnya dicoba di negara peranakannya (amrik). Lahirnya konsep
kapitalisme, sosialisme, komunisme, fasisme, dsb… itu muncul di
eropa semua. Eropa juga udah mengalami yang busuk-busuk seperti
pembantaian Yahudi oleh Hitler…

Dan contoh2 ini nggak selalu bisa dipakai untuk daerah lain karena
kecenderungan untuk nggak sesuai konteks itu lebih besar.

Kalau indonesia gimana?
Bangsa kita tidak mengenal jaman perunggu….
artinya, pas bangsa kita baru mau masuk jaman perunggu, eh, udah masuk
bangsa lain. Hindu kemudian masuk dan berkembang di tanah air…
begitu juga Buddha. Tapi, pas lagi asik2nya membangun peradaban, eh
islam masuk, baik dari cina maupun dari timur tengah. Majapahit
hancur, dan kerjaan di nusantara dirombak lagi, mulai dari awal
menggunakan sistem dari bangsa lain. Pas kerjaan islam lagi berkembang
di berbagai wilayah di nusantara (meskipun tidak dalam satu kesatuan
seperti jaman Majapahit), eh… eropa masuk. Mak… kasihan kali
bangsa ini. Nggak dikasih waktu untuk berkembang dan mengkonstruksi
sistem sendiri.

Itu belum selesai… masuknya eropa itu membawa rakyat Indonesia untuk
berjuang meraih kemerdekaan. Sampai akhirnya Soekarno membawa panji2
merah putih untuk mempersatukan Nusantara. Tapi apa yang terjadi?
Pemberontakan demi pemberontakan terjadi. Tarik-menarik antara blok
barat dan blok timur. Man!!! Indonesiaku hancur lagi… 1965 terjadi
revolusi lagi. Dan Soeharto dengan senang hati membantai lawan2
politiknya. Jutaan warga tanah air dibantai hanya karena dicap
komunis. Sampai akhirnya 1998… kembali kita melakukan revolusi.
Berikutnya, masih ada sekali kita melakukan impeachment untuk Gus Dur. Gile… belum ada presiden yang naiknya beres dan turunnya juga beres sampe sekarang….

So… here we are…

  del.icio.us this!

No Response so far »

Comment RSS · TrackBack URI

Say your words